
Mandalapos.co.id, Buton Tengah – Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II akan melakukan operasi mata katarak gratis secara massal di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara.
Hal itu diungkapkan oleh Nial Ndolu selaku Wakil Kepala Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II doctorSHARE, saat ditemui di sela-sela melayani pasien, bertempat di Pelabuhan Desa Lanto, Kecamatan Mawasangka Tengah, yang juga sebagai lokasi berlabuhnya RSA Nusa Waluya II, Senin (6/3/2023)
“Pelayanan kesehatan gratis di Buton Tengah akan berlangsung sampai Juni 2023. Kami juga menjadwalkan operasi mata katarak yang rencananya pada bulan April 2023 ini dengan sasaran 100-150 pasien katarak,” kata Nial Ndolu kepada Mandalapos.co.id.
Nial Ndolu mengatakan, sebelum dilakukan tindakan operasi mata katarak, pihaknya terlebih dahulu mendata jumlah pasien dan melakukan pemeriksaan awal, untuk memastikan bahwa pasien memang menderita mata katarak.
“Jadi, saat ini kami membuka pendaftaran untuk mendata jumlah pasien katarak. Selanjutnya pasien yang telah didata tinggal menunggu kedatangan dokter spesialis mata yang akan tiba awal bulan April ini untuk melakukan operasi katarak secara massal,” ujarnya.
“Operasi katarak ini dibuka untuk umum, masyarakat dari daerah mana saja yang mengetahui informasi ini silakan mendaftarkan diri. Karena pelayanan kesehatan kami ini menyasar seluruh masyarakat tanpa terkecuali, dan ini sudah merupakan tujuan dan harapan yang kami senangi dari seluruh relawan RSA Nusa Waluya II, yang tergabung dalam yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE),” sambungannya.

Ia menambahkan, setelah diresmikan pada Jumat 3 Maret 20223 lalu, para pasien sudah mulai berdatangan memanfaatkan pelayanan gratis ini.
“Alhamdulillah kehadiran RSA Nusa Waluya II di Buteng disambut antusias oleh masyarakat. Tercatat di hari kedua pelayanan sudah mencapai 300 orang lebih melakukan pemeriksaan kesehatan, baik itu Poli Gizi, Poli Umum, dan Kebidanan. Selain pemeriksaan kesehatan kami juga menyediakan apotik obat-obatan yang disediakan untuk pasien, dan ini semua dari pemeriksaan dan ketersediaan obat dilayani secara gratis,” tuturnya.
Nial Ndolu pun mengajak seluruh masyarakat Buton Tengah dan masyarakat pada umumnya, agar dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis RSA Nusa Waluya II dengan baik untuk melakukan pengobatan.
“Harapan kami dengan waktu yang cukup yakni tiga bulan di Buton Tengah, kehadiran RSA Nusa Waluya II dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Semoga kehadiran kami dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat lebih mudah, terjangkau, dan tanpa dibebani biaya, dapat bermanfaat untuk seluruh masyarakat,” harapnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Buton Tengah Kasman menyampaikan, pelayanan medis di RSA Waluya II terbilang cukup lengkap dan terdapat sejumlah dokter spesialis yakni spesialis bedah, penyakit dalam, anak, kandungan, jatung, dan saraf.
Selain itu, juga tersedia pelayanan kesehatan USG ibu hamil, persalinan 24 jam, pelayanan gawat darurat, rawat inap, dan tindakan bedah.
“Pelayanan kesehatan gratis ini dibuka untuk umum. Cukup membawa indentitas diri berupa KTP dan KK bagi anak dibawa umur sudah dapat mendaftarkan diri mendapatkan pelayanan pengobatan gratis,” ucap Kasman belum lama ini.
Tambahan informasi, pelayanan RSA Nusa Waluya II dibuka setiap hari Senin-Jumat mulai jam 08.00-15.00 wita, khusus Poli Umum, Gigi, Spesialis dan Kebidanan. Sedangkan pelayanan medis lainnya dibuka setiap hari.**
Laporan : Ahmad Subarjo